label ini ter inspirasi oleh sebuah film yang penah saya tonton ketika saya masih seorang mahasiswa. ebuah karya yg mengangumkan tentang carapandang seseorang akan masalah yang di hadapinya. film ini bercerita tentang Fasisme, namun bukan konflik yang jadi inti utama film ini tapi bagaimana perjuangaan seorang ayah untuk membuat situasi perang , penderitaan yang mereka hadapi tampak senormal mungkin di hadapan anaknya. ceritanya memang sangat mengharukan\, namun bukannya diajak menangis, tapi penonton diajak tertawa dan kemudian bertanya pada diri sendiri. andai Guido itu adalaha aku, mampukah aku menjadi seperti dia?
Bahagia tidaknya diri kita, hanya kita sendiri lah yang bisa menilai. mungkin orang lain mempunyai perspektif berbeda ketika memandang kita. Namun, tak ada yang bisa mengukur kebahagiaan selain orang yang mengalaminya. Bahagia itu kita yang buat dan kita yang rasakan..
Hidup kita sengsara atau bahagia kita lah yang tentukan. kita bisa merasa bahagia setiap saat . kuncinya hanya dengan satu kata, "Bersyukur".
satu kata ini sudah banyak dilupakan banyak orang. banyak dari kita bersyukur ketika mendapatkan hadiah mobil mewah, bersyukur ketika naik jabatan ataupun ketika menang pemilihan.Namun jarang sekali kita bersyukur untuk hal-hal kecul di sekitar kita seperti oksigen yang bisa kita hirup tanpa bergantung pada alat,, bersyukur dapat melihat gerimis dalam mendung. jika kita mulai bisa bersyukur akan hal -hal kecil yang terjadi di sekitar kita. maka pasti kita akan merasa bahagia.
Hidup itu Indah kawan...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar