Satu-satunya novel yang bisa membuat hati saya hancur berkeping2 cuma The Kite Runner nya Khaled Hosseini ini. Bahkan, meskipun berulang kali dibaca tetap saja saya menangis tersedu2 ketika chapter demi chapter berkisah tentang Hassan, the harelipped kite runner.
Saking tergila-gilanya pada novel ini saya sampai menjadikannya obyek penelitian untuk skripsi saya . yang saya bahas dalam dalam skripsi saya tentu bukanlah Hassan tapi Amir karena saya memakai Psychoanalysis sebagai metode penelitian saya, jadi saya harus mencari first point of view dalam novel ini. Psychoanalysis digunakan untuk mendeteksi kondisi kejiwaan Amir pada pra dan pasca traumatic episode dalam hidupnya (pengkhianatannya pada Hassan). Menulis skripsi yang terasa berat bagi mahasiswa lain menjadi momen-momen menyenangkan untuk saya karena saya bisa meng explore The Kite Runner secara lebih dalam and after all everyone is satisfied with my analysis,I got "A" score . Teman -teman sampai heran,"kok bisa sih kamu selesai skripsi tepat waktu padahal kamu kan menikah di saat yang sama?".
Ya,saya memang menikah di saat saya menulis skripsi. Di sela-sela kesibukan persiapan prosesi pernikahan, saya selalu menyempatkan diri untuk menyambangi komputer di ruang atas dan menulis beberapa halaman thesis saya. Satu-satunya faktor yang menurut saya paling berpengaruh pada semangat saya menulis adalah obyek penelitian saya, Yes, I love this novel very much!!!
The Kite Runner membuat saya memposisikan Khaled Hosseini di posisi teratas pengarang favorit saya. Ketika karya keduanya terbit, "A Thousand Splendid Suns" saya langsung membacanya. memang tidak jauh-jauh dari karya pertama yg mengambil tema humanisme namun A Thousand Splendid Suns tak mampu merebut hati saya seperi The Kite Runner.
Membaca A Thousand Splendid Suns saya menangis,menangis untuk Mariam dan penderitaannya namun tidak sepedih ketika saya menangis untuk Hassan dan Sohrab.
Untuk yang sudah membaca The Kite Runner versi terjemahan, saya sarankan anda untuk membaca versi aslinya dalam bahasa Inggris karena sensasinya sungguh berbeda. Diksi yang dipakai Khaled Hoseeini di novel asli dirangkai sedemikian rupa sehingga menghasilkan novel yang indah dan menyentuh.
Selamat membaca dan berderai-derai ...

