Sabtu, 06 Oktober 2012

The Kite Runner's admirer


Satu-satunya novel yang bisa membuat hati saya hancur berkeping2 cuma The Kite Runner nya Khaled Hosseini ini. Bahkan, meskipun berulang kali dibaca tetap saja saya menangis tersedu2 ketika chapter demi chapter berkisah tentang Hassan, the harelipped kite runner. 
Saking tergila-gilanya pada novel ini saya sampai menjadikannya obyek penelitian untuk skripsi saya . yang saya bahas dalam dalam skripsi saya tentu bukanlah Hassan tapi Amir karena saya memakai Psychoanalysis sebagai metode penelitian saya, jadi saya harus mencari first point of view dalam novel ini. Psychoanalysis  digunakan  untuk mendeteksi kondisi kejiwaan Amir pada pra dan pasca traumatic episode dalam hidupnya (pengkhianatannya pada Hassan). Menulis skripsi yang terasa berat bagi mahasiswa lain menjadi momen-momen menyenangkan untuk saya karena saya bisa meng explore The Kite Runner secara lebih dalam and after all everyone is satisfied with my analysis,I got "A" score . Teman -teman sampai heran,"kok bisa sih kamu selesai skripsi tepat waktu padahal kamu kan menikah di saat yang sama?". 
Ya,saya memang menikah di saat saya menulis skripsi. Di sela-sela kesibukan persiapan prosesi pernikahan, saya selalu menyempatkan diri untuk menyambangi komputer di ruang atas dan menulis beberapa halaman thesis saya. Satu-satunya faktor yang menurut saya paling berpengaruh pada semangat saya menulis adalah obyek penelitian saya, Yes, I love this novel very much!!!
The Kite Runner membuat saya memposisikan Khaled Hosseini di posisi teratas pengarang favorit saya. Ketika karya keduanya terbit, "A Thousand Splendid Suns" saya langsung membacanya. memang tidak jauh-jauh dari karya pertama yg mengambil tema humanisme namun A Thousand Splendid Suns tak mampu merebut hati saya seperi The Kite Runner.
Membaca A Thousand Splendid Suns saya menangis,menangis untuk Mariam dan penderitaannya namun tidak sepedih ketika saya menangis untuk Hassan dan Sohrab.
Untuk yang sudah membaca The Kite Runner versi terjemahan, saya sarankan anda untuk membaca versi aslinya dalam bahasa Inggris karena sensasinya sungguh berbeda. Diksi yang dipakai Khaled Hoseeini di novel asli dirangkai sedemikian rupa sehingga menghasilkan novel yang indah dan menyentuh. 

Selamat membaca dan berderai-derai ...



Senin, 01 Oktober 2012

Bukankah Hidup itu Indah?

ketika akan membuat blog dan disodori pertanyaan mengenai label untuk blog ini, saya merenung sebentar lalu langsung mendapatkan jawaban.," Life is Beautiful". ya hidup itu indah.
label ini ter inspirasi oleh sebuah film yang penah saya tonton ketika saya masih seorang mahasiswa. ebuah karya yg mengangumkan tentang carapandang seseorang akan masalah yang di hadapinya. film ini bercerita tentang Fasisme, namun bukan konflik yang jadi inti utama film ini tapi bagaimana perjuangaan seorang ayah untuk membuat situasi perang , penderitaan yang mereka hadapi tampak senormal mungkin di hadapan anaknya.  ceritanya memang sangat mengharukan\, namun bukannya diajak menangis, tapi penonton diajak tertawa dan kemudian bertanya pada diri sendiri. andai Guido itu adalaha aku, mampukah aku menjadi seperti dia?
Bahagia tidaknya diri kita, hanya kita sendiri lah yang bisa menilai. mungkin orang lain mempunyai perspektif berbeda ketika memandang kita. Namun, tak ada yang bisa mengukur kebahagiaan selain orang yang mengalaminya. Bahagia itu kita yang buat dan kita yang rasakan..
Hidup kita sengsara atau bahagia kita lah yang tentukan. kita bisa merasa bahagia setiap saat . kuncinya hanya dengan satu kata, "Bersyukur". 
satu kata ini sudah banyak dilupakan banyak orang. banyak dari kita bersyukur ketika mendapatkan hadiah mobil mewah, bersyukur ketika naik jabatan ataupun ketika menang pemilihan.Namun jarang sekali kita bersyukur  untuk hal-hal kecul di sekitar kita seperti oksigen yang bisa kita hirup tanpa bergantung pada alat,, bersyukur dapat melihat gerimis dalam mendung. jika kita mulai bisa bersyukur akan hal -hal kecil yang terjadi di sekitar kita. maka pasti kita akan merasa bahagia.
Hidup itu Indah kawan...

Jumat, 28 September 2012

Life is Beautiful

starting my new blog from now, trying to explore my ability to write. yippppiii, I made it.